Nalar.ID

THR Cair, Ini 3 Langkah Atur Keuangan

Nalar.ID – Saban tahun, pemberian tunjangan hari raya (THR) menjadi tradisi umat Muslim menjelang Idul Fitri. Tentu, ini menjadi kewajiban perusahaan dan pemerintah memberikan THR. THR dinikmati pegawai negeri sipil (PNS) hingga karyawan swasta di Tanah Air.

Sayangnya, meskipun memperoleh THR, kadang masih ada sejumlah orang tidak mengatur THR secara bijak. Akibatnya, kadang dana THR menguap tanpa pengaturan dan perhitungan baik.

Sebelumnya, THR untuk pegawai negeri sipil (PNS), anggota Polri, TNI, pejabat negara, dan pensiunan, pemerintah cairkan serentak pada 24 Mei 2019. Pemerintah menyiapkan anggaran untuk THR sebanyak Rp 20 triliun.

Termasuk THR untuk karyawan swasta, juga sudah dicairkan sejumlah perusahaan sejak awal minggu ketiga. Meskipun belum seluruhnya tepat tanggal tersebut.

Sejatinya, bagaimana prinsip-prinsip yang mesti diterapkan saat menerima THR? Berikut penjelasan CEO & Co-Founder Zap Finance, Prita Ghozie, konsultan perencana keuangan, dikutip dari CNBC, Selasa (28/5):

Prioritas Kebutuhan

Pertama, mengedepankan kewajiban. Berikutnya, kebutuhan. Terakhir, keinginan. Menurut Prita, kedepankan prinsip mana yang wajib. Disusul butuh dan keinginan. Namun, ia mengimbau, alangkah baik kalau seseorang menerapkan THR untuk membayar utang atau berinvestasi.

Bagi Pos

Selain itu, menyarankan untuk membagi pos THR. Tujuannya, agar dana yang sebenarnya bertujuan untuk persiapan lebaran, bisa dipakai secara baik dan tidak habis dalam sekejap. Contoh, kata Prita, Anda dapat membayar zakat sekitar 5 persen. Selebihnya, siapkan 50 persen untuk kebutuhan lebaran Anda.

Dana Darurat
Ia menekankan, masyarakat tidak lupa menyiapkan dana darurat sekitar 15 persen dari nilai total HR. Sebagian dana THR juga bisa ditabung. Atau masuk ke investasi 10 persen. Jangan lupa, sisanya guna membayar utang konsumtif sekitar 20 persen. Dengan perhitungan itu, dana Anda lebih bermanfaat.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi