Nalar.ID

Tips Bappebti Hindari Risiko Bisnis Aset Kripto

Nalar.ID, Jakarta – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan RI resmi menetapkan 229 jenis aset kripto yang bisa diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Secara resmi, para pedagang hanya bisa menjual aset itu. Sementara aset yang belum terdaftar tak dapat dijual.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengungkapkan upaya itu bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat dari risiko penipuan transaksi aset kripto.

“Masyarakat diimbau berinvestasi pada koin atau jenis aset kripto yang telah ditetapkan pada Peraturan Bappebti. Maka, aset kripto yang belum terdaftar di Bappebti tak dapat diperdagangkan di Indonesia,” kata Wisnu, dalam keterangan tertulis, belum lama ini.

Menurutnya, pemerintah terus memandang aset kripto sebagai hal yang positif. Terlebih, aset kripto buatan anak bangsa yang memiliki potensi besar. Sepanjang sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, aset kripto buatan dalam negeri dapat diperdagangkan.

“Masa depan aset kripto buatan Indonesia cukup cerah. Potensi dan inovasi yang dimiliki anak bangsa serta potensi pasar di Indonesia sangat besar dan terus bertumbuh. Dalam beberapa tahun, beberapa aset Kripto buatan anak bangsa sudah dipasarkan di beberapa pasar global. Ada yang sudah terdaftar dalam Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020,” jelasnya.

Sebelum melakukan investasi pada aset kripto, Wisnu mengimbau masyarakat memahami terlebih dulu mekanisme dan risiko bisnis aset kripto.

“Untuk menjamin keamanan masyarakat bertransaksi di aset kripto, Bappebti akan memperketat pengawasan. Ini guna memberi kepastian hukum agar masyarakat yang akan berinvestasi mendapat informasi jelas dan legal terhadap setiap aset kripto yang diperdagangkan,” tambahnya.

Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi