Nalar.ID

Tips CEO Green Nitrogen Adang Wijaya Menjalani New Normal

Nalar.ID, Jakarta – Indonesia segera memasuki kehidupan normal baru atau new normal di selama pandemi Covid-19. Praktis, selama fase ini, pembatasan kegiatan masyarakat bakal dilonggarkan.

Alhasil, masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti bekerja hingga bersekolah. Tentu saja, tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, dan membatasi jarak fisik.

Salah satu yang tengah bersiap menjalankan kehidupan new normal adalah CEO Green Nitrogen, Adang Wijaya.

Diketahui, pada 19 Mei 2020 lalu, PT Global Insight Utama melalui naungan perusahaan jasa pengisian angin nitrogen dan tambal ban kendaraan, Green Nitrogen, berusia sembilan tahun.

Di tanggal itu, Green Nitrogen melakukan ekspansi bisnis dengan meluncurkan dua produk anyarnya bernama Aplikasi Sahabat Nitrogen dan Kartu Sahabat Nitrogen. Di sana, Adang Wijaya membuka outlet pertama di kawasan Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat.

“Kartu Sahabat Nittogen adalah kartu eMoney dari Bank Mandiri dan TapCash dari BNI Syariah. Pelanggan bisa mendapatkan kartu ini dengan menukarkan kumpulan struk transaksi nitrogen minimal Rp100 ribu. Promo berlaku sampai 31 Desember 2020,” kata Adang Wijaya, kepada Nalar.ID, belum pertengahan Mei lalu.

Bagaimana Adang Wijaya menjalani kehidupan new normal? Berikut penuturan kepada Ceppy F. Bachtiar dari Nalar.ID, Minggu (7/6/2020).


Bagaimana langkah Anda dalam menjalankan kehidupan new normal?

Bagi saya pribadi, membiasakan perilaku hidup bersih dan selalu menjaga kesehatan. Terakhir, bertawakal kepada Allah SWT atas apa yang telah ditakdirkan. Demikian pula di kantor, kami siapkan protokoler kesehatan bagi semua karyawan kantor dan meningkatkan ibadah serta kajian Islam di kantor.

Bagaimana Anda menerapkan protokol kesehatan terhadap anggota keluarga dan para pegawai?

Perilaku yang sama kami terapkan di keluarga dan ke sesama tetangga kami. Juga para karyawan petugas layanan outlet nitrogen. Kami sudah keluarkan kebijakan protokoler dalam melayani pelanggan dengan menjaga jarak dengan pelanggan, penggunaan masker, serta menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan outlet.

Selama stay at home dan work from home, aktivitas yang Anda lakukan untuk mengisi waktu luang agar tetap produktif?

Lebih banyak waktu untuk ibadah dan mengaji Al Qu’ran. Menyiapkan rencana pengembangan bisnis masa depan. Serta silaturahmi sesama kerabat via Zoom.

Sebagai pelaku usaha, strategi Anda mengatasi dampak pandemi terhadap kegiatan usaha?

Pengembangan bisnis kami di masa depan diharapkan sudah tidak lagi bergantung kepada outlet secara fisik. Tetapi, sudah kepada aplikasi dan menjaring pelanggan potensial, serta bersinergi dengan kerabat bisnis lainnya dalam satu aplikasi Sahabat Nitrogen yang sudah kami luncurkan sebulan yang lalu.

Tips bangkit dari keterpurukan akibat terkena dampak Covid-19?

Yang utama adalah menjaga kesehatan. Kedua, menjaga cashflow dan jangan konsumtif. Ketiga, siapkan business backup. Bisnis cadangan yang simple sebagai pengganti cadangan jika sewaktu-waktu terjadi goncangan terhadap bisnis utama kita.

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi