Nalar.ID

Tips Dokter Elizabeth Lisa Ernalis Merawat Kulit Meski Bekerja di Rumah

Nalar.ID, Jakarta – Kian tingginya penyebaran virus Corona (Covid-19) di Tanah Air, khususnya di DKI Jakarta, membuat sejumlah perusahaan menelurkan kebijakan untuk bekerja dari rumah bagi para karyawannya. Istilahnya, work from home (WFH).

Bagi para karyawan perempuan, WFH menjadi salah satu momen yang cukup menguntungkan. Selain tidak perlu berpergian menggunakan transportasi umum, juga tak repot memilih pakaian dan rias untuk bekerja.

Walau demikian, seseorang harus tetap menjaga kesehatan kulit. Sekalipun tidak keluar rumah dan sedang melakukan social distancing atau jaga jarak aman. Sebab, kulit wajah harus tetap dirawat. Tujuannya, agar tidak timbul masalah kulit lain yang tak diinginkan.

“Walaupun kita enggak keluar rumah, tetap harus jaga kesehatan, apalagi kesehatan wajah kita,” kata dr.Elizabeth Lisa Ernalis, ahli estetika dan kecantikan dari Beauty Sister, kepada Nalar.ID, Sabtu (18/4/2020).

Bagaimana menjaga kesehatan kulit, terutama wajah saat di dalam rumah? Berikut penjelasan dr.Elizabeth Lisa Ernalis:

  1. Tetap harus rajin cuci muka, walaupun merasa bersih karena hanya di rumah
  2. Rajin menggunakan skin care kamu. Dan terpenting, jangan lupa menggunakan serum agar tetap lembab.
  3. Selain itu, sunblock! Wajib banget. Walaupun tidak keluar rumah, kita tetap melaksanakan aktifitas seperti memasak.
  4. Boleh menggunakan exfoliate 3 hari sekali.
  5. Penggunaan masker diperbolehkan seminggu 2x sesuai dengan keadaaan kulit masing-masing.
  6. Untuk menjaga elastisitas dan kolagen kulit, boleh mengonsumsi Vitamin E dan C.

Sementara, untuk perawatan dan penanganan kulit antara pria, perempuan dan anak, dinilai sangat berbeda.

“Sebenarnya, lebih tepat perawatannya tergantung dari jenis kulit masing-masing. Tentunya, kalau kulit kering lebih membutuhkan moisturizer sebagai pelembab. Sedangkan kulit yang cenderung berjerawat, lebih baik menggunakan skin care untuk menekan produksi minyak berlebih,” jelasnya.

Sementara pada kasus lain, muncul pandangan keliru saat waktu berjemur dibawah sinar matahari. Tak sedikit masyarakat percaya jika berjemur sinar matahari antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB siang membuat tubuh menjadi sehat.

Bahkan, dari informasi yang beredar, sinar matahari mampu menangkal virus Covid-19. Sejumlah pakar kesehatan membantah jika sinar matahari membantu menyembuhkan virus tersebut. Termasuk bantahan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pemberitaan hoaks tersebut beberapa waktu lalu.

Waktu Berjemur

Menurut dr.Elizabeth Lisa Ernalis, sangat aman menjemur tubuh dengan sinar ultraviolet (UV) jika sesuai dengan jam yang dianjurkan.

“Karena kita dengan negara Indonesia, tentunya kita harus mengikuti jam saat ultraviolet B (UVB) keluar dan manfaat baik bagi kulit,” ujarnya.

Ia menilai, waktu yang tepat saat mendapatkan sinar UV adalah pukul 8.00 – 10.00 WIB atau 15.00-16.00 WIB. Kedua waktu tersebut sama-sama memiliki indeks matahari serupa dan  bagus, serta bermanfaat baik untuk kulit.

“Jadi, bukan jam 10.00 – 14.00 WIB siang. Berjemur selama 5-15 menit, tergantung dari tipe kulit seseorang,” tambahnya.

Dokter Elizabeth Lisa Ernalis juga mengimbau, agar tidak lupa menggunakan sunblock minimal spf30 saat berjemur. Kemudian menggunakan pakaian cerah, topi atau kacamata, dan matahari kontak langsung dengan kulit seperti tangan atau kaki.

“Tentunya selain berjemur, kita harus mengonsumsi makanan kaya Vitamin D,” tutupnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi