Nalar.ID

Tips Kurangi Risiko Keamanan Siber Saat Kerja di Rumah

Nalar.ID, Jakarta – Kejahatan siber, belakangan ini terus meningkat. Laporan Global Threat Intelligence Center menyebut, ada banyak serangan phishing yang memanfaatkan domain baru terdaftar untuk meng-host malware atau mencuri informasi dengan menggunakan subjek Covid-19 sebagai umpan.

Termasuk ditengah naiknya trafik belanja online baru-baru ini. Beberapa data pengguna e-commerce di Indonesia pun bocor. Lantas, data- data itu dijual oleh peretas di dark web.

Pratama Persadha, pakar keamanan siber dan Chairman lembaga riset siber Indonesia CISSReC (Communication & Information System Security Research Center), menjelaskan kebijakan work from home atau bekerja dari rumah turut berperan dalam meningkatkan resiko keamanan siber.

Mulai Adaptasi

Namun, lanjutnya, hal itu tergantung dari setiap pengelola sistem eletronik perusahaan dan pengguna. Pratama menyinggung, apakah saat WFH, mereka dapat mendorong para pegawai tetap mengakses sistem dengan cara aman dan dari jaringan yang aman.

“Akhirnya yang menggunakan sistem komputasi tak hanya pegawai bagian IT saja. Dengan pandemi serkarang, semua pihak harus mulai beradaptasi. Pegawai pun harus mulai bekerja secara aman di rumah,” tukas Pratama, dalam siaran tertulis diterima Nalar.ID, belum lama ini.

Untuk itu, sambungnya, mulai dari perangkat keras dan lunak harus aman. Kemudian jaringan harus aman, sampai tindakan yang boleh dan tidak. Contoh, jangan sekali-kali mengakses sistem kantor dari WiFi publik apalagi gratisan, ini meningkatkan risiko orang untuk masuk dan mengintai perangkat-kegiatan komputasi kita.

Pratama menambahkan bahwa keamanan siber seharusnya masuk dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Hal tersebut untuk mendorong budaya keamanan siber untuk seluruh orang, bukan hanya orang IT saja.

Penulis: Febriansyah | Editor:Erha Randy

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi