Nalar.ID

Tips Sulam Alis Aman untuk Kesehatan

Jakarta, Nalar.ID – Keputusan melakukan sulam alis untuk mendapatkan alis yang indah, memang ada di tangan Anda. Tapi sebelum melakukan ini, alangkah baiknya mempertimbangkan risiko sebelum dan selesai melakukan sulam alis.

Untuk teknik pengerjaan yang tak dilakukan oleh tenaga profesional, hasilnya belum tentu baik dan bagus. Termasuk menggunakan alat yang tidak steril dengan baik misalnya, kemungkinan mengalami infeksi bakteri Streptococcus dan Staphylococcus, atau penularan infeksi herpes, bisa saja terjadi.

Infeksi itu dapat timbul akibat reaksi alergi atau iritasi dari pigmen yang digunakan saat menyulam alis. Lantas, bagaimana penggunaan sulam alis yang aman untuk kesehatan?

“Langkah pertama, alat-alat harus steril. Alat-alat yang digunakan hanya sekali pakai,” ujar Intan Baiduri, pemilik studio sulam alis Browsisintan asal Jakarta, kepada Nalar.ID, Minggu (3/3).

Jarum Sekali Buang

Tahap selanjutnya, lanjut Intan, ketika menyulam, pasien tidak dalam keadaan mengalami menstruasi. Sebab, dalam masa itu, menurutnya, kulit wanita lebih sensitif.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Koh Ali, pemilik sulam alis lain, Ali Tattoo Sulam, terkait penggunaan alat-alat steril. Ia mengatakan, saat menyulam alis, harus menggunakan mesin yang benar.

“Di dalam enggak ada sisa tinta yang tersimpan setelah digunakan. Jarum dan mesin langsung dibuang setelah dipakai supaya tetap steril, bersih, dan aman (untuk kesehatan),” kata Koh Ali, ditemui di studio-nya di Mangga Besar, Jakarta Barat, belum lama ini.

Ali mengatakan, pengerjaan sulam alis terlihat mudah, padahal prosesnya cukup sulit dilalui. Selain memerhatikan keindahan alis, juga kesehatan yang aman bagi konsumen. “Prosesnya seperti biasa. Kasih anastesi dahulu. Lalu oles krim di permukaan kulit (yang akan disulam). Setelah itu, sketsa pola yang akan disulam,” jelasnya.

Maka itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seputar kulit sensitif, Intan mengimbau kepada pasien agar mengonsultasikan terlebih dahulu sebelum melalukan sulam alis.

Jangan Asal Sulam

Diketahui, sulam alis telah meluas dan menjadi tren setter di kalangan kaum hawa. Studio dan teknik sulam alis mulai menjamur di beberapa tempat di Indonesia. Sayangnya, tidak semua orang mengetahui teknik dan ilmu sulam dengan aman dan benar.

Terkait hal ini, Intan, memberikan kiat khusus. “Pilih yang menurut Anda baik. Datang ke tempat sulam alis yang menurut Anda atau teman sudah terbukti hasilnya. Boleh tanya ke teman atau saudara. Minta rekomendasinya. Atau mengecek hasil sulam mereka melalui Instagram atau media sosial,” katanya.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi