Nalar.ID

Tuntut Meiliana Bebas, Presidium Rakyat Menggugat Geruduk MA

Nalar.ID, Jakarta – Ratusan massa yang menamakan diri Presidium Rakyat Menggugat, menggelar aksi unjuk rasa #SaveMeiliana, di depan Dedung Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Mereka menuntut keadilan kepada Meiliana, warga Tanjung Balai, Medan, Sumatera Utara, yang divonis 18 bulan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, pada 21 Agustus 2018.

Meiliana dibui karena memprotes volume suara azan yang berkumandang di lingkungannya. Ia dinilai terbukti melanggar Pasal 156 KUHP tentang penghinaan terhadap suatu golongan di Indonesia terkait agama, negeri asal, kebangsaan, keturunan atau kedudukan menurut hukum tata negera.

Dalam tuntutannya, massa meminta MA untuk membebaskan Meiliana dari tuntutan. Dalam aksinya, massa membawa poster. Selain membentangkan poster dan orasi, massa juga mengumpulkan tanda tangan di lokasi aksi. Aksi berlangsung tertib.

Juru bicara Presidium Rakyat Menggugat, Sisca Rumondor, di depan Gedung MA, mengatakan, kasus yang menimpa Meiliana merupakan preseden buruk untuk peradilan di Indonesia. “Ada sistem peradilan lemah yang dijatuhkan hakim. Proses hukum juga dinilai kental intervensi. Selain itu, ada persoalan minoritas dan mayoritas serta intoleransi,” kata Sisca.

Menurutnya, apa yang terjadi pada Meiliana, dianggap melanggar sila ke-5 Pancasila. “Dari semua itu, kami mosi tidak percaya kepada seluruh penegak hukum yang menangani perkara. Mulai dari MA, Polri, Kementerian Hukum dan HAM, Komisi Yudisial, sampai Kementerian Agama RI,” lanjutnya.

Kasus Meiliana, berawal dari keluhan suara azan pada dari Masjid Al Maksum Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada 29 Juli 2018. Ia terganggu karena pengeras suara azan saban hari dinyalakan.

Penulis: Febriansyah Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi