Nalar.ID

TVRI, Televisi Pertama di Asia Tenggara Siarkan Drama Asia Ini

Nalar.ID, Jakarta – TVRI, yang dikenal dengan tagline ‘Saluran Pemersatu Bangsa’, memiliki program drama seri baru. Lembaga penyiaran publik milik pemerintah ini menjadi televisi pertama di Asia Tenggara yang menayangkan drama seri Asia 55 episode Feather Flies to The Sky.

Drama bergenre bisnis, romantis, keluarga, dan kehidupan ini, menceritakan keberhasilan orang tak mampu yang meraih kesuksesan dengan semangat pantang menyerah. Diketahui, drama China ini menjadi pemenang di Shanghai Film Festival 2017 sebagai The Best Drama.

“Untuk memenuhi banyaknya permintaan tayangan animasi anak-anak, kami juga ikut menayangkan serial Panda Fanfare,” lanjut Helmy Yahya, Direktur Utama TVRI, dalam jumpa pers di gedung TVRI, Kamis (25/10).

Animasi ini berkisah tentang ayah Panda anaknya yang melindungi mata air ajaib dari gangguan penjahat. Banyak pelajaran positif yang diambil dari tayangan ini.

Ia mengatakan, dua drama seri itu merupakan sebagian kerjasama antara TVRI dengan China Media Group. Penandatanganan MoU (nota kesepahaman) dilaksanakan 7 Juni lalu. “Kami berharap, kerjasama ini lebih banyak lagi sharing konten televisi dan media dari dan ke Indonesia. Cara ini sebagai bagian dari pendekatan budaya negara,” ungkap Helmy.

Sebagai informasi, China Media Group, tengah mengekspansi konten media ke sejumlah negara dengan terjemahan berbagai bahasa. Tak hanya Bahasa Inggris, namun bahasa lain sehingga bisa dinikmati pemirsa dalam jangkauan terbanyak. Dua drama ini telah di dubbing (sulih bahasa) memakai Bahasa Indonesia.

Soundtrack serial Feather Flies to The Sky diisi oleh penyanyi Titi DJ dengan judul Terbang Bersamamu. “Pertama kali ditawarkan lagu ini tiga bulan lalu. Lirik dan notasinya enak di dengar, aku suka dan enak. Ceritanya juga bagus,” timpal Titi.

Feather Flies to The Sky diputar setiap Senin – Jumat pukul 20.00 WIB. Sementara, Panda Fanfare, setiap Sabtu dan Minggu, pukul 08.00 WIB.

Penulis: Veronica Cathlea | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi