Nalar.ID

UN Resmi Ditiadakan, Ini Kata Anggota DPR Ali Zamroni

Nalar.ID, Jakarta – Akibat pandemi Covid-19 di Indonesia yang kian meningkat, anggota Komisi X DPR RI, Ali Zamroni menggelar rapat via virtual. Rapat tersebut membahas agenda kebijakan di bidang pendidikan sekaligus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait pengelolaan Ujian Nasional (UN) tingkat SD, SMP dan SMA.

Pelaksanaan UN resmi ditiadakan dengan banyak pertimbangan. Terutama sebagai upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini sesuai surat edaran Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Ali Zamroni menegaskan, kebijakan ini upaya untuk menjaga masyarakat di situasi membahayakan ini. “Saya apresiasi langkah Kemendikbud meniadakan UN ditingkat SD, SMP dan SMA. Saya sepakat bahwa keselamatan siswa jauh lebih penting,” kata Ali, kepada Nalar.ID, Rabu (25/3/2020).

Oleh karena itu, keputusan dihapusnya UN ini harus segera disosialisasikan hingga tingkat paling bawah. Tujuannya agar masyarakat dapat jelas menerima informasi.

“Saya juga berharap informasi ini bisa langsung di tindak lanjuti oleh Dinas Provinsi dan Kab/Kota untuk menindaklanjuti surat edaran Kemendikbud,” tambahnya.

Selain menjaga keamanan para siswa, Ali juga berharap Kemendikbud menyampaikan informasi ini agar dipahami oleh para guru, murid, wali murid hingga seluruh masyarakat Indonesia bahwa keputusan ini bukan lantas menghilangkan standar kompetensi kelulusan murid.

“Ini langkah yang tepat dari sisi ancaman kesehatan. Tentu, setiap sekolah harus tetap menggunakan sistem kelulusan bagi para siswa dengan tepat tanpa menghilangkan standar kompetensi dan kemampuan siswa,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, peniadaan UN ini akan menghilangkan indikator pemetaan kompetensi peserta didik dalam satuan pendidikan secara nasional. Namun hal itu tak menjadi masalah. Sebab ukuran kelulusan dapat dicapai melalui hasil belajar siswa.

Peniadaan UN menjadi momentum setiap sekolah untuk merancang formula dan langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi siswa agar memiliki kemampuan daya saing. Ali mengatakan, pola bisa dilakukan dengan menerapkan sistem daring dan me-review nilai berdasarkan hasil belajar pada semester sebelumnya.

Ali menjelaskan hal penting lainnya, yakni pola efektivitas pendaftaran para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atau ke perguruan tinggi. Tujuannya agar Kemendikbud segera merancang akses secara efektif dan memudahkan para siswa mendaftarkan diri ke jenjang pendidikan berikutnya.

“Kemendikbud harus segera menyusun kebijakan efektif untuk mengatur akses siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atau perguruan tinggi,” tutupnya.

Ali berharap wabah Covid-19 ini dapat segera berlalu. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan pola hidup sehat dengan menerapkan aktivitas produktif di rumah.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi