Nalar.ID

Video Musiknya Trending Topic di YouTube, Ini Prestasi ST12 dan WALI

Nalar.ID – Oktober 2019, menjadi bulan keramat bagi perusahaan label Nagaswara Music & Publishing. Sebab, di bulan ini, label ini memperkenalkan dua single terbaru milik WALI dan ST12.

Diketahui, ST12, lewat formasi anyar, Firman (vokal), Pepep (drum), dan Indra (bass), telah merilis lagu video musik ‘Kepingan Hati’ pada 9 Oktober 2019. Dua pekan setelahnya, giliran Wali lewat lagu dan video musiknya, ‘Lamar Aku’ pada 21 Oktober 2019.

Atas pencapaian besar ini, video musik ST12 dan WALI di lagu tersebut menjadi trending topic di YouTube. Hingga Rabu (23/10) petang, video musik ST12 itu masuk nomor 10 dengan viewers lebih dari 1,2 juta. Sementara, Wali mencapai 1,5 juta viewers.

Dilihat dari pergerakan statistik, angka viewers kedua video musik band tersebut bakal mencapai angka sangat signifikan dan menaik tajam.

Fans Terbanyak

Menarik ditelisik, pasalnya, dengan kehadiran Firman Siagian, vokalis anyar eks jebolan finalis Indonesian Idol season 2 dan eks vokalis band The Fly, mampu mendongkrak perolehan viewers video musik lagu terbaru mereka saat ini.

Pemilihan Firman sebagai vokalis bukan tanpa alasan. Pepep, drumer ST12 mengatakan, karakter yang dibawakan Firman cocok dengan genre musik yang diusung band tersebut. Kebetulan, Firman berdarah Melayu. Tepatnya asal Sumatera Utara, Tapanuli Utara.

“Karena (band) kami sama-sama basic-nya Melayu, saya tak perlu lagi kerja keras untuk menyatukan visi misi untuk menyatukan warna dan chemistry di karakter khas ST12 selama ini,” tukas Pepep.

ST12 band - nalar.id
Band ST12. NALAR/Nagaswara/YouTube

Menarik disimak. Baik ST12 maupun WALI merupakan band yang dikenal dengan tembang-tembang genre musik pop Melayu plus sentuhan rock. Lain hal dengan ST12 yang beberapa bongkar pasang personil, WALI masih tetap setia dengan formasi tetap: Faank (vokal), Apoy (gitar), Ovie (keyboard), dan Tomi (drum).

Keduanya juga band dengan fanbase atau massa penggemar yang sangat luas dan setia. Bahkan hingga luar negeri. Secara usia, keduanya juga sudah matang di dunia industri musik Tanah Air. Terbukti, di Oktober ini, ST12 berusia 15 tahun. Sementara, WALI, genap berusia 20 tahun.

Pergeseran Industri

Dihubungi terpisah kepada Nalar.ID, Rabu (23/10), Produser dan CEO Nagaswara Rahayu Kertawiguna menaruh harapan panjang terhadap WALI dan ST12. “Saya berharap, dengan lagu barunya ini, WALI dapat mengulang kesuksesan seperti lagu Baik-baik Sayang,” ujarnya.

Rahayu menambahkan, proses tidak pernah mengkhianati hasil. Sejak dimulai proses kreatif, yaitu setelah lagu tercipta, lanjutnya, pihaknya mulai membuat konsep video musik.

“Termasuk konsep pemilihan sutradara dan pemeran atau model video klip juga kami pertimbangkan agar (lagu ini) bisa dicerna pasar,” tandasnya.

Keberhasilan ST12 dan WALI dalam menjaring penonton terbanyak di situs berbagi video seperti YouTube atau media sosial, justru berbanding terbalik dengan kondisi pada era sebelum tahun 1990-an. Di era tersebut, banyak musisi atau penyanyi justru mengenalkan karyanya melalui program musik di televisi, radio, dan media massa cetak.

Rahayu menilai, pergeseran industri tersebut tidak bisa dihindari. “TV (televisi) mobile atau genggam dapat dibawa dan ditonton di mana saja. Kapan saja dan siapa saja. Tetapi, program khusus musik di televisi mungkin saja bangkit jika ada sponsor yang mendanai kegiatan ini,” sambungnya, penuh harap.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi