Nalar.ID

Viral Video Guru SMAN di Bekasi Pukul Siswa, KPAI : Polisi Wajib Periksa Pelaku

Nalar.ID, Malang – Viral video kekerasan fisik yang dilakukan oleh seorang guru di salah satu SMAN di Bekasi, Jawa Barat. Dalam video tersebut sedikitnya ada lima orang siswa yang mendapat perlakuan kekerasan seorang guru.

Diduga, mereka dipukuli gara-gara tidak memakai ikat pinggang dan terlambat masuk sekolah. Mayoritas guru di berbagai sekolah kerap menggunakan kekerasan fisik dan verbal dalam mendidik dan mendisiplinkan siswanya.

Dalam video yang beredar, kejadiannya di tengah lapangan dan tampaknya ada yang merekam secara diam-diam. Video rekaman kekerasan itu kemudian viral di media sosial.

Terkait atas peristiwa dugaan kekerasan di SMAN tersebut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dengan diwakili KomisionerBidang Pendidikan, Retno Listyarti, menyampaikan sejumlah sikap tegas. Keterangan tertulis diterima Nalar.ID, Kamis (13/2/2020).

Pertama, KPAI menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian kekerasan yang menimpa sejumlah murid SMAN di Bekasi. Apalagi pelaku adalah pendidik yang seharusnya melindungi anak-anak tersebut selama berada di sekolah, bukan malah menjadi pelaku kekerasan.

Kedua, KPAI mengapresiasi kebijakan pencopotan terduga pelaku kekerasan sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Namun, seharusnya tidak hanya ditimpakan kepada ybs seorang diri, mengingat Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, menyebutkan bahwa:

“Anak di  dalam dan lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh   pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lainnya,” tulis, dalam pasal tersebut.

Artinya pihak sekolah lain, termasuk kepala sekolah harus bertanggung jawab. Info yang KPAI dapat, terduga pelaku dikenal temperamental, lalu mengapa yang bersangkutan justru ditempatkan sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaaan.

Sang wakasek pastilah mendapatkan SK pengangkatan yang ditandatangani kepala sekolah.  Artinya kepala sekolah dan para guru lain dengan sadar telah menempatkan seorang yang temperamental berhadapan dengan anak-anak.

KPAI juga menyakini bahwa perbuatan yang viral ini bukan sekali, tetapi seringkali dilakukan oleh pihak sekolah atas nama mendidik dan mendisiplinkan siswanya. Diduga kuat, korban tidak hanya 5 siswa jika bentuk pendisiplinkan seperti ini merupakan kebijakan sekolah.

KPAI mendorong Inspektorat Provinsi Jawa Barat untuk melakukan BAP terhadap pihak sekolah, termasuk pelaku dan manajemen sekolah.  Hal ini sebagaimana diatur dalam PP No. 53 Tahun 2014 tentang Disiplin PNS, mengingat ada pelanggaran terhadap UU Perlindungan Anak.

Ketiga, KPAI mendorong siswa yang merekam  peristiwa ini dilindungi dan tidak mendapatkan hukuman apapun. Justru pihak sekolah dan kita semua berterimakasih bahwa berkat video tersebut, kita semua mengetahui kebijakan pendisiplinan dengan pendekatan kekerasan sebagaimana di lakukan oleh sekolah ini. Mengingat, Informasi yang diterima KPAI, kejadian tersebut direkam oleh salah satu siswa lalu diunggah oleh mantan siswa ke akun Facebook-nya. Kekerasan dalam bentuk dan tujuan  apapun memang sudah seharusnya tidak di tolerir.

Empat, KPAI mendorong Dinas PPAPP dan P2TP2A untuk melakukan psikososial di SMAN di kota Bekasi ini,  mengingat alam video tersebut, tampak seorang guru yang tengah memukul pundak dan kepala anak muridnya beberapa kali. Tindakan pemukulan itu juga disaksikan anak-anak murid lainnya. Di lapangan itu tampak barisan siswi yang tengah berdiri, sementara barisan siswa tengah jongkok. Tidak hanya anak-anak kornban yang berhak mendapatkan rehabilitasi psikologis, namun anak-anak yang  menjadi saksi juga berhak mendapatkan rehabilitasi psikologis.

Lima, KPAI menyerukan masyarakat dan warganet untuk stop menyebarkan video kekerasan. Berhenti di kita! Jangan di share lagi.

Enam, KPAI akan melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan OPD terkait untuk membahas kasus kekerasan fisik di SMAN kota Bekasi dan sekaligus pengaduan para siswa SMAN si Bandung terkait kebijakan yang memberatkan siswa kelas XII ttg Ujian sekolah dan seabreg penugasan portofolio yang membebani siswa dan orangtua

KPAI langsung melakukan pengawasan langsung ke SMAN di Kota Bekasi terkait kasus kekerasan fisik pada Jumat (14/2/2020) ini.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi