Nalar.ID

Wariori dan Anggi Giji, Lokasi Jelajah Mapala UI di Papua

Nalar.ID, Jakarta – Sebanyak 50 mahasiswa Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia dan 8 mahasiswa Institut Kesenian Jakarta, akan menjelajah ke tanah Papua. Kedatangan mereka bagian dari misi ‘Ekspedisi Bumi Cenderawasih’ di Papua Barat, pada 28 Juli hingga 26 Agustus mendatang.

Ekspedisi dibagi dua kegiatan; eksplorasi Pesona Alam Cenderawasih dan kegiatan sosial Bakti Papua. Ekspedisi juga diikuti para alumni Mapala UI hingga istruktur dan pengawas pelaku industri wisata. Tak hanya menjelajah, ekspedisi diisi focus group discussion di Manokwari dengan tema Menguak Potensi Wisata Minat Khusus Papua Barat hingga bahasan potensi wisata hasil eksplorasi tim Pesona Alam Cenderwasih.

Penyelenggara Fathan Qorib, mengatakan, Papua Barat merupakan tanah kaya di Indonesia dan istimewa. Sebagai mahasiswa, mereka tergerak dan berkewajiban mengenal lebih dekat. “Hasil ekspedisi ini bisa mengungkap banyak keindahan alam Papua Barat kepada masyarakat,” lanjutnya, dari siaran tertulis, yang diterima nalar.ID, Jumat (27/7).

Dalama ekspedisi ini, Mapala UI, mengirim tiga tim ke dua kabupaten. Diantaranya tim arung jeram yang melakukan first descent Sungai Wariori di Kabupaten Pegunungan Arfak. Ini upaya mengarungi sungai yang belum pernah dilalui siapapun sebelumnya.

Kedua, tim paralayang. Tim ini mengeksplorasi titik terjun (site jump) di kawasan Danau Anggi Giji dan Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, untuk kali pertama. Ini lokasi titik tertinggi di Semenanjung Doberai dan berpotensi jadi titik terjun terkenal karena memiliki angin yang cocok untuk kegiatan aerosport.

Mapala Ekspedisi Papua - nalar.id
Paralayang mahasiswa pencinta alam Universitas Indonesia. (Foto: Dok. Mapala UI/nalar)

Selanjutnya, tim speleologi. Mereka akan menemukan dan menginventarisasikan mulut-mulut gua di kawasan Distrik Biscoop, Kabupaten Teluk Bintuni. Seusai ekspedisi, tim tersebut membuat laporan rekomendasi pariwisata untuk bahan focus group discussion. “Kemudian (laporan) jadi rekomendasi pemerintah daerah untuk dikembangkan jadi destinasi-destinasi serta mengangkat popularitas dan menambah pemasukan Papua Barat dari sektor pariwisata,” jelas Fathan.

Mapala Ekspedisi Papua - nalar.id
Telusur mulut-mulut gua mahasiswa pencinta alam Universitas Indonesia. (Foto: Dok. Mapala UI/nalar)

Selain telusur alam, ada kegiatan sosial Bakti Papua. Ini adalah program kepedulian Mapala UI kepada kesehatan masyarakat Papua Barat, terutama warga Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegaf. Kegiatan ini dibantu dokter dan mahasiswa dari program studi kedokteran, keperawatan dan kesehatan masyarakat UI.

Mapala Ekspedisi Papua - nalar.id
Aksi sosial Bakti Papua. Ini program kepedulian Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) Universitas Indonesia untuk kesehatan masyarakat di Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegaf, Papua Barat. Kegiatan ini dibantu dokter dan mahasiswa kedokteran, keperawatan dan kesehatan masyarakat UI. (Foto: Dok. Mapala UI/nalar)

Tim Bakti Papua, memberi penyuluhan higienitas dan pola hidup sehat pada siswa sekolah dasar di Distrik Anggi Gida. Termasuk pemeriksaan kesehatan untuk gula darah, tekanan darah, tingkat obesitas, kadar lemak, asam urat dan kolesterol. “Papua selalu jadi tempat istimewa dalam sejarah Mapala UI. Sesuai tanggung jawab Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Ketua Umum Mapala UI Muhammad Jazmi Dwi Hartono.

Mapala UI, berdiri 1964. Organisasi ini aktif berkegiatan alam bebas dan penelitian bertema sosial hingga lingkungan. Sebagai pelopor kegiatan pecinta alam di Indonesia, organisasi mahasiswa ini memiliki 1.021 anggota dan kerap menggelar ekspedisi lingkup beragam. Terakhir, ekspedisi panjat tebing Puruk Sandukui di Kalimantan Tengah, pada 2017. Di tahun yang sama, tim selam mereka melakukan pemetaan dan mengecek terumbu karang di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Penulis: Erha Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi