Nalar.ID

Wasiat Sang Kekasih Wali dan Insting Produser

Jakarta, Nalar.ID – Setelah sukses dengan single Matanyo yang dirilis akhir 2018, band Wali, kembali memperkenalkan lagu terbaru berjudul Wasiat Sang Kekasih. Dirilis Rabu (13/2), lagu ciptaan gitaris Apoy ini memiliki cerita haru dan menarik.

Sebab, lagu ini terinspirasi dari musibah bencana alam tsunami di Selat Sunda, akhir Desember 2018. Pasalnya, diantara ratusan korban, bukan hanya masyarakat biasa, namun juga menimpa keluarga besar Wali.

“Kami merasa betapa tipis perbedaan antara kematian dan kehidupan. Enggak peduli kepada siapapun, bahkan kepada orang-orang yang kita cintai, pasti siapapun akan mengalaminya,” kata Apoy, dalam keterangan sejumlah awak media.

Pesan Khusus

Dengan latar kejadian itu serta proses perenungan mendalam, Apoy, Faank (vokal), Ovie (keyboard), dan Tomi (drum), menitip pesan kepada orang-orang yang Wali cintai. Kelak, kata Apoy, jika Wali tak ada lagi di dunia ini, “Maka lagu ni bisa menjadi pesan sekaligus wasiat buat orang-orang yang Wali cintai.”

Senada dengan Apoy, Faank, menambahkan bahwa lagu ini murni hadiah untuk para korban yang telah tiada. Seperti sebelum-sebelumnya, lagu Wali ini tetap memertahankan genre pop dengan nuansa lirik melow lewat vokal khas Faank. Membawa nuansa magis para pendengar yang larut.

Dalam kesempatan terpisah, CEO Nagaswara Music & Publishing, Rahayu Kertawiguna, menyambut baik peluncuran lagu terbaru Wali ini. Nuansa haru dan menyentuh ikut dirasakan Rahayu, pemilik label dan produser yang menaungi Wali terkait lagu ini. “Sungguh menyentuh dan terharu,” katanya, kepada Nalar.ID, Sabtu (16/2).

Rahayu mengaku, proses kreatif lagu ini, sampai ‘tiba’ di telinganya, lebih terlihat apa adanya. Lebih tepatnya, katanya, ke dokumenter.

Sejauh mana keyakinan Rahayu terhadap Wali? Rahayu optimis, Wali, akan terus mendatangkan kemujuran dan kebaikan dengan lagu-lagu populernya. “Wali adalah fenomena. Itu keyakinan saya,” ungkapnya.

Modal Insting

Ia mengaku, setelah Wasiat Sang Kekasih dirilis, pihaknya menargetkan, Wali menelurkan dua sampai tiga lagu hingga tahun 2020.

Disisi lain, tidak mudah bagi seorang produser membidik insting sebuah lagu yang bakal diluncurkan ke publik. “Insting merupakan modal, senjata utama, dan kiat saya sebagai produser dalam membidik lagu. Ini juga kaitan hubungannya dengan momentum pasar,” terangnya.

Ia berharap, Wali, dapat terus eksis melalui karya-karyanya, serta selalu ditunggu pencinta musik Tanah Air dan seluruh dunia.

Sekadar informasi, Wali, dibentuk tahun 1999. Seluruh personil band ini merupakan lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Debut albumnya, Orang Bilang, dirilis 2008. Grup ini, umumnya ber-genre lokal pop kreatif dengan sedikit sentuhan irama melayu.

Hingga kini, mereka telah menelurkan album Orang Bilang (2008), Cari Jodoh (2009), Ingat Sholawat (religi, 2009), Aku Bukan Bang Toyib (2011), 3 in 1 (2012), Doa’in Ya Penonton (2015), hingga Ngantri ke Sorga (2015).

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi