Nalar.ID

Wow! Daerah Ini jadi Destinasi Wisata Gastronomi Standar Internasional

Nalar.ID – Ada kabar anyar dari Bali. Ubud, sebuah Kabupaten di Gianyar, Bali, bakal ditetapkan menjadi destinasi wisata gastronomi dunia. Ketetapan ini sesuai sertifikasi dan standar yang dikeluarkan oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO).

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (11/6) lalu. Keterangan ini diperkuat oleh kehadiran Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau, Project Specialist UNWTO Aditya Amaranggana, dan Lead Experts UNWTO Roberta Garibaldi.

“Penetapan dan penilaian (Ubud) ini akan menjadi contoh untuk destinasi lain di Indonesia. secara holistik begitu. Ini pertama di dunia,” ucap Menpar Arief Yahya.

Contoh untuk Daerah Lain

Arief juga mengatakan, Ubud dapat menjadi contoh bagi wilayah lain seperti Joglosemar dan Bandung. Ada tiga tahap penting proses mengangkat Ubud menjadi destinasi gastronomi dunia. Pertama, kata Arief, melakukan inventarisasi aset dan atraksi gastronomi.

“Termasuk memetakan kesiapan industri dan pelaku usaha. Lalu dibukukan ke laporan, terus diajukan ke UNWTO. Tahapan ini sudah dilalui. Panjang prosesnya, sekitar 1,5 tahun. Sudah menjadi buku,” tukasnya.

Kedua, lanjutnya, penilaian oleh UNWTO dilakukan mulai proses verifikasi dan analisis dengan metode cukup detail. Termasuk 600 wawancara ke semua stakeholders gastronomi, hotel, food and beverages, produsen, restoran, chefs, dan inisiator food festival.

“Hingga pemerintah daerah, akademisi, penyedia transportasi, wisatawan lokal dan asing,” sambungnya.

Nantinya, proses di lapangan berlangsung delapan hari di Ubud, Gianyar, dan sekitarnya. Sementara, questionares dilakukan online dan offline selama tiga pekan. Pada tahap itu, ada perencanaan dan strategi rekomendasi.

Tahap berikutnya, yakni rekomendasi oleh stakeholders. Lalu dilakukan penilaian kedua. Penilaian tersebut dijadwalkan awal Agustus 2019.

Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau menjelaskan bahwa bila seluruh proses dilakukan dengan benar, Ubud dapat ditetapkan sebagai destinasi wisata gastronomi prototype UNWTO. Hal ini sesuai dengan gastronomy destination development guideline UNWTO.

Syarat Prototype

Untuk dapat dinyatakan sebagai prototype, ada lima kriteria standar untuk Destinasi Gastronomi UNWTO. Diantaranya, gaya hidup, budaya dan sejarah, produk lokal, kesehatan, cerita di balik makanan, dan nutrisi.

Penerapan standar ini penting, sebab akan menjadi tolak ukur Indonesia. Nantinya, target setelah Bali akan segera diduplikasi ke Bandung dan JogloSemar.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi