Nalar.ID

Wujudkan Resolusi Keuangan 2021, Begini Step-nya

Nalar.ID, Jakarta – Pergantian tahun telah dilalui. Tahun baru adalah lembaran baru dengan resolusi matang. Dengan resolusi, daftar keinginan yang ingin dicapai pada masa depan bisa terwujud.

Namun, ingat. Jangan jadikan resolusi hanya sekadar mimpi. Perlu usaha keras mewujudkan sebagai resolusi. Lantas, hal apa saja yang patut dilakukan guna wujudkan resolusi keuangan?

Laporan Arus Kas

Pastikan semua pengeluaran-pemasukan keuangan tercatat baik. Dalam pengelolaan keuangan, semua wajib dicatat. Sekecil apapun nilainya. Pencatatan arus kas ini berlaku untuk semua kalangan. Baik pekerja atau para pengusaha. Pencatatan ini penting untuk mengetahui dan mengatur keseimbangan pengeluaran dan pendapatan atau pemasukan.

Mulai dari kewajiban pembayaran, belanja rutin, anggaran investasi atau menabung, perolehan gaji atau pendapatan, bonus, keuntungan atau laba, dan lainnya. Guna mengetahui segala hal pengeluaran, dapat menggunakan manajemen atau pengelolaan arus kas atau pencatatan aliran keluar-masuk uang.

Dengan begitu, kita dapat lihat pendapatan dan pengeluaran secara rinci. Lalu perkiraan kapan harus berhemat saat mencapai tahan defisit.

Atur Kredit

Disiplin membayar cicilan kredit akan meringankan Anda. Mengatur dan pengelola kredit atau pinjaman sangat penting. Pastikan selalu membayar tagihan tepat waktu. Bagi yang memperoleh pendapatan secara bulanan, lakukan pembayaran kredit tepat saat gajian tiba.

Bila ingin kemudahan pembayaran tagihan kredit dan terhindar dari lupa, bisa memanfaatkan fasilitas pemotongan langsung dari saldo tabungan (auto debit) pada pos-pos penting ketika gajian. Jumlah kredit atau utang yang ideal itu tak lebih dari 30 persen pendapatan.

Investasi dan Nabung

Sisihkan dana untuk investasi dan menabung. Jumlah besaran beda-beda, tergantung kebutuhan masing-masing. Secara persentase, nilai tabungan dan investasi, sekitar 10 persen dari total pendapatan orang yang berpenghasilan atau bergaji pas-pasan alias standar saja. Untuk investasi, setidaknya ada yang bersifat jangka panjang.

Keuntungan investasi jangka panjang, selain jumlah pajak yang biasanya tak terlalu besar ketimbang investasi jangka pendek, juga memiliki tingkat risiko lebih kecil.

Alokasi Aset

Alokasikan aset pada banyak instrumen investasi. Penyebaran aset di beberapa produk ini penting. Agar risikonya bisa tidak bertumpu pada satu tempat atau produk saja. Contoh, jika punya alokasi dana menabung dan investasi Rp500 juta, bisa menempatkan Rp250 juta untuk deposito dan Rp250 juta di saham.

Jangan lupa, setiap akhir tahun, lakukan evaluasi terhadap nilai aset yang dialokasikan itu. Jika nilai aset yang ditempatkan di deposito menjadi Rp280 juta dan dan di saham meningkat Rp300 juta, maka jumlah total aset Anda di akhir tahun itu mencapai Rp580 juta.

Transfer Aset

Persiapkan surat wasiat dengan baik. Setelah aset terorganisir atau terkelola dengan baik, selanjutnya harus menemukan orang yang tepat sebagai ahli waris. Ahli waris bisa dari orang tua, anak, saudara kandung, dan lainnya.

Bersama surat wasiat, disertai semua dokumen yang dibutuhkan agar aset yang diwariskan bisa didata ahli waris. Ini bertujuan agar tak terjadi persengketaan ketika Anda telah tiada.

Kelola Pajak

Penting mengelola pajak dengan baik agar tidak berurusan dengan hukum. Ini berlaku jika menjadi seorang pengusaha atau bekerja secara mandiri (self-employed).Dengan bekerja secara mandiri, memungkinkan bagi Anda mengontrol surat tagihan (invoice) kepada klien, agar dokumentasi pendapatan dapat ditunda.

Artinya menunda kewajiban pajak dengan menunda penghasilan di tahun depan.Strategi ini bisa digunakan jika memprediksi bahwa pajak di tahun depan akan sama besarnya atau ada kemungkinan lebih rendah ketimbang tahun ini.

Proteksi Aset

Proteksi aset berharga demi kenyamanan. Jika aset berharga cukup besar, sebaiknya persiapkan proteksi untuk melindunginya. Misalnya, bila beli kendaraan atau rumah, jangan lupa untuk mengasuransikan.

Ini penting, sebab sebagai persiapan jika sewaktu-waktu ada pengeluaran tertentu yang tidak dikehendaki dan jumlahnya tidak sedikit, seperti halnya mobil mengalami kecelakaan atau dicuri. Tapi ingat, ada premi yang harus dibayar sebagai kewajiban agar klaim asuransi sewaktu-waktu bisa mudah dan lancar.

Proteksi Diri

Bukan hanya melindungi aset dari sejumlah risiko, proteksi diri penting. Anda bisa memilih proteksi diri dari asuransi yang diinginkan. Dengan mengasuransikan diri, hidup akan terasa lebih nyaman dan bisa melakukan berbagai aktivitas.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi