Nalar.ID

Yanti Alosya Ritiauw: Survive Pengusaha di Masa Pandemi, Harus Self Sustainable

Nalar.ID, Jakarta – Penyebaran pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir, memaksa pemerintah di beberapa negara kawasan Asia dan Pasifik melakukan sejumlah kebijakan. Di antaranya penguncian wilayah hingga pembatasan sosial secara besar-besaran.

Atas konsekuensi itu, kebijakan tersebut memicu aktivitas ekonomi dan sosial menjadi terganggu. Gangguan terhadap aktivitas ekonomi karena kebijakan penguncian wilayah guna menahan penyebaran virus Covid-19. Praktis, ini menyebabkan banyak perusahaan menutup usaha.

Termasuk di antaranya mengalami kebangkrutan. Ini berdampak pada pengurangan jumlah pekerja hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif. Terutama sektor usaha paling terdampak pandemi.

Kondisi demikian ditanggapi beragam oleh Yanti Alosya Ritiauw, salah seorang pelaku bisnis entertaiment di industri production house yang kini mengembangkan usaha kontraktornya di daerah asalnya, Kota Ambon, Maluku. Berikut penuturan khusus kepada Ceppy F. Bachtiar, dari Nalar.ID.

Dua tahun pandemi Covid-19, apa hikmah Anda sebagai seorang pengusaha perempuan?

Ada beberapa hikmah yang saya dapat sebagai womanpreneur. Di antaranya bahwa kita tidak boleh puas dengan hanya memiliki satu bidang usaha saja.

Kita harus mampu membentuk kelompok usaha yang self sustainable. Dalam arti, tidak boleh bergantung dari satu sumber saja. Namun, dari beberapa sumber yang bisa dihasilkan.

Selain itu?

Diversifikasi usaha harus cepat dilakukan, sehingga selalu ada alternatif pendapatan. Terutama membantu para karyawan yang terlibat dalam usaha kita.

Selama pandemi, dampak dan tantangan yang pernah dirasakan selama terlibat di dunia usaha?

Selama pandemi, dampak dan tantangan yang pernah dirasakan selama berkecimpung di dunia usaha, khususnya selama berada di kota Ambon, Maluku adalah mundurnya jadwal berbagai proyek. Terutama di tahun pertama pandemi ini.

Tantangan?

Tantangan yang berat seperti yang saya sebutkan adalah bagaimana secepat mungkin mengatur sumber, sarana, dan pendukung untuk melakukan diversifikasi usaha peluang yang baru diupayakan. Kita tidak boleh kalah dengan situasi atau keadaan yang sedang tidak baik. Namun, setiap keadaan pasti ada peluang.

Masukan untuk pemerintah agar sektor usaha kembali normal? Memberikan kemudahan dalam berbagai peraturan untuk pelaksanaan pekerjaan. Serta mempermudah aturan permodalan. Keinginan pemerintah sekarang untuk mempermudah bidang usaha harus mengalami percepatan.

Lainnya?

Para pelaku usaha sebagai stake holder, hendaknya dilibatkan dalam menciptakan berbagai peraturan yang kondusif untuk dunia usaha.

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi