Nalar.ID

Yuk! Intip Action Figure Sofwan Bombom

Selain sibuk memanajeri artis, Sofwan Bombom, gemar mengoleksi pernik action figure dan t-shirt tokoh-tokoh superhero. Bahkan, nyaris setiap hari, maupun bekerja, ia kerap mengenakan T-shirt superhero. Terakhir, ia mulai mengumpulkan tokoh lawan atau musuh superhero. Dari semua koleksinya, ada satu mainan yang membuatnya ingat masa lalu.

Nalar.ID – Lima tahun menempati rumah baru di kawasan Jatiwarna, Pondok Gede, Bekasi, Sofwan Bombom, langsung ‘booking’ sudut area di ruang tamu. Di sudut itu, berdiri tegak lemari kaca kayu jati muda custom.

Lemari dengan tinggi sekitar lima meter yang disusun lima tingkat tersebut berjejer puluhan mainan miliknya. Tak sekadar sembarang mainan namun aneka t-shirt dan action figure superhero produk hot toys aneka model, seri dan karakter dari film maupun komik. Mulai dari seri Marvel hingga Avengers.

Sebut saja Detektif Conan, Batman, Hulk, Robocop, Doraemon, Pikachu. Captain America, Superman, Sherk, Darth Vader dari Star Wars, Sherk, Deadpool, hingga Optimus Prime, robot protagonis dari film Transformer. Selain di lemari, beberapa karakter lain ia pajang di meja kerja lantai dua rumahnya.

koleksi Action Figure Sofwan Bombom - nalar.id
Salah satu koleksi action figure Sofwan Bombom. NALAR/Dok.pribadi.

Mao Zedong

Uniknya, ada satu karakter Mao Zedong yang terselip diantara beberapa action figure lain di lemari itu. Tokoh komunis pendiri RRC itu ia beli di toko saat ia berlibur di Cina dua tahun lalu seharga Rp 2 juta.

“Tokoh ini mengingatkan saya waktu kuliah di IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, saat suka baca buku-buku radikal. Iseng beli, enggak ada hubungan dengan idiologi, kok,” ungkap pria kelahiran 34 tahun ini.

Dari semuanya, yang paling berkesan adalah action figure Optimus Prime. Robot setinggi 60 sentimeter berbahan material plastik tebal ini memiliki cerita tersendiri bagi manajer pedangdut Cita Citata ini.

“Punya ini dari umur sekolah dasar. Hadiah orangtua. Ini pernah terlupakan setelah pindah sekolah pesantren dan kuliah di Yogyakarta. Enggak ngeh, ternyata saya punya ini (Optimus Prime),” ucapnya, dijumpai di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Meskipun modelnya sedikit lawas dari keluaran anyar tahun terakhir, ia sudah terlanjur jatuh hati dengan mainan kecilnya itu. “Dari semua, ini paling berkesan dan favorit,” tambahnya.

Koleksi Pertama

Kecuali robot itu, koleksi lain baru ia kumpulkan delapan tahun terakhir. Koleksi pertama adalah karakter Hulk, hadiah ulang tahun dari seorang teman sekaligus road manager di manajemennya, delapan tahun lalu.

Tak heran, hampir semua kalangan orang terdekat atau sahabatnya sudah mahfum, jika Sofwan adalah penggila action figure. Hulk pemberian teman tersebut turut melengkapi dua karakter Hulk yang ia beli dari kocek sendiri.

koleksi Action Figure Sofwan Bombom - nalar.id
Salah satu koleksi action figure Sofwan Bombom. NALAR/Dok.pribadi.

“Ini (Hulk) seri merah, unik. Enggak ada, kan, Hulk warna merah? Susah, lo carinya,” imbuhnya, sambil menunjukkan Hulk merah.

Namun, dari semua koleksi, yang menurutnya paling mahal adalah Superman. Tokoh itu ia beli dari toko mainan di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, seharga Rp 5 juta, dua tahun lalu.

“Lumayan, diskon 50 persen. Sengaja lewat situ, menarik, langsung beli. Selama ini enggak target ngumpulin. Kebetulan lewat dan bagus, ya, beli,” ungkapnya.

Inspirasi

Bahkan beberapa diantaranya, salah satunya Captain America, ia beli dari bazaar atau event pameran di tempat terbuka seperti di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, setahun lalu. Sofwan mengaku, sangat mengidolakan action figure dan t-shirt superhero karena terinpirasi oleh masing-masing karakter tokoh.

“Berangkat dari imajinasi. Kok, orang bisa berpikir bikin action figure, ya. Lalu saya pelajari karakter masing-masing tokoh. Misalnya, tokoh di Star Wars, kok, jaman dulu sudah mikir teknologi canggih, pedang bisa menyala. Selain itu, suka bentuk detail mainan ini. Real banget dan kagum,” katanya.

Meskipun sudah sukses sebagai manajer beberapa penyanyi ternama, Sofwan, tak gelap mata. Walau beruang, ia tak pernah memborong saat melakukan transaksi beli.

“Saya lebih senang beli satu-satu di setiap kesempatan. Bukan soal banyak duit, lalu bisa beli semua sekaligus. Kalau beli borong, enggak berkesan. Semua enggak pernah direncanakan. Tahu-tahu, sudah terkumpul. Ada kenikmatan saat perjuangan mendapatkan satu-satu. Ini nilai spirit-nya,” tambahnya.

koleksi Action Figure Sofwan Bombom - nalar.id
Salah satu koleksi action figure Sofwan Bombom. NALAR/Dok.pribadi.

Museum Mini

Meski item koleksinya belum sebanyak atau mendekati angka ratusan pcs seperti kolektor sejati lain, Sofwan, masih terus mengumpulkan beberapa karakter seri. Salah satunya yang ia buru adalah lawan atau musuh dari para jagoan atau superhero tersebut. Seperti tokoh antagonis Joker di film Batman.

Selain sudah mulai mengumpulkan beberapa karakter antagonis, ia berencana akan membuat museum mini di rumah untuk menyimpan koleksinya sebagai teman di hari tua. “Sayangnya, dua anak saya perempuan,” sambungnya.

Meskipun kagum oleh action figure buatan impor, Sofwan, memiliki kegelisahan terhadap tokoh superhero asli Tanah Air. Ia menilai, di Indonesia, banyak sekali tokoh pahlawan lokal yang seharusnya juga bisa dibuatkan mainan sejenis seperti action figure.

“Si Pitung dan pahlawan lokal lain, kan, banyak. Sebenarnya bagus untuk menambah koleksi kolektor. Tapi sayang banget enggak ada yang mengembangkan (industri ini),” tutupnya.

Penulis: Veronica Dilla| Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi